Skip to main content

Penulisan Catatan Kaki atau Footnote

Tutorial Laporan Penelitian ~ Catatan kaki atau dikenal sebagai "footnote" merupakan daftar kutipan seperti dalam daftar pustaka namun disisipkan di bawah setiap halaman yang berisi kutipan tersebut.

Kutipan dari sumber dapat berupa kutipan langsung ataupun kutipan tidak langsung (paraphrasa). Kutipan langsung ialah kutipan yang dilakukan persis dengan sumbernya.

Sedangkan kutipan tidak langsung menggunakan kalimat sendiri tanpa mengurangi atau mengubah isi/arti sumber yang dikutip. Pada umumnya kutipan langsung harus sama dengan aslinya baik mengenai kata, ejaan maupun mengenai tanda bacanya.

Untuk kutipan yang panjangnya lima baris atau lebih:
  1. Di ketik dengan satu spasi, alinea baru untuk baris pertama dimulai dengan jarak tujuh ketukan dari margin kiri. Tidak diberi tanda kutip (") pada awal dan akhir kutipan.
  2. Kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris dimasukkan dalam teks dan diketik sebagai teks biasa (2) spasi diberi tanda (") pada awal dan akhir kutipan.
Tiap-tiap kutipan diberi nomor pada akhir kutipan rnenggunakan angka yaitu 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. Nomor kutipan diangkat sedikit di atas baris biasa tidak setinggi satu spasi, nomor kutipan tidak ditandai titik, tanda kurung atau tanda yang lain.

Syarat-syarat umum pembuatan catatan kaki dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:
  1. Catatan kaki ditulis pada bagian bawah halaman naskah berbentuk "footnote" bukan "inside note".
  2. Setiap catatan kaki diberi nomor angka yakni nomor 1, 2, 3 dan seterusnya. Di dalam setiap bab, penomoran dimulai dengan nomor 1 lagi atau dilanjutkan nomor selanjutnya sampai bab terakhir.
  3. Cara memulainya dengan memberikan garis memanjang, barulah catatan kaki dimulai.
  4. Catatan kaki dibuat dengan jarak 1 spasi, jarak antara catatan kaki dengan yang lain diberi jarak 2 spasi.
Contoh pengetikan catatan kaki:

Di dalam memperjuangkan kepentingan atau kesejaterahan buruh, undang-undang memberikan kesempatan sepenuhnya kepada serikat buruh untuk mengadakan suatu perjanjian perburuhan1.

Selanjutnya, perihal perjanjian kerja, Subekti menyatakan dalam bukunya Aneka Perjanjian disebutkan bahwa perjanjian kerja adalah2:

Perjanjian antara seorang ”buruh” dengan seorang ”majikan”, perjanjian mana ditandai oleh ciri-ciri; adanya suatu upah atau gaji tertentu yang diperjanjikan dan adanya suatu hubungan diperatas (dierstverhanding) yaitu suatu hubungan berdasarkan mana pihak yang satu (majikan) berhak memberikan perintah-perintah yang harus ditaati oleh pihak yang lain (buruh).

  1. Agusmidah, Dinamika dan Kajian Teori Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Ghalia Indonesia, Bogor, 2010, hlm 43.
  2. Djumadi, Hukum Perburuhan Perjanjian Kerja, Cetakan Ketiga, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1995, hlm. 24.

Link situs lain: Pencarian Jurnal | Laporan Penelitian
Tinuku

Comments

  1. Untuk kutipan yang panjangnya lima baris atau lebih:
    Di ketik dengan satu spasi,

    Ini untuk kutipan langsung atau tidak langsung?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,