Langsung ke konten utama

Logika Sistem Penomoran Laporan Ilmiah

Tutorial Laporan Penelitian ~ Pemberian nomor di dalam sebuah laporan ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, jurnal atau resumen hasil penelitian merupakan upaya untuk pengelompokkan untuk meletakaan sub-sub konteks yang berbeda ke dalam bagian-bagian yang sesuai.

Struktur penulisan tema-tema yang sama diletakkan pada kode lokasi yang sama, sedangkan tema lain yang berbeda diletakkan pada kode lokasi berbeda sehingga setiap kode menjadi spesifik dan tidak tumpang-tindih.

Dengan demikian penomoran menganut sebuah logika. Nomor harus mengikuti dua atribut yaitu tematik dan kode urut. Tiap-tiap bagian nomor harus berisi bahasan dengan tema yang sama dan tidak boleh terjadi dualisme kode dalam struktur laporan secara keseluruhan.

Berikut ini contoh dua sistem penomoran yang sering digunakan dalam laporan penelitian terutama banyak ditemukan dalam penulisan skripsi sehingga bisa dianalisis bagaimana logika penomoran berlaku sebagai berikut:


Pada contoh 1 terlihat bahwa sistem penomoran sudah menganut logika atribut tematik dan kode urut. Ketika pembaca mencari sub bab 2.1.1 maka tidak ada lokasi yang lain selain tema Pengertian Kinerja.


Pada contoh 2 terlihat sistem penomoran tumpang-tindih. Pembaca kebingungan karena menemukan kode nomor A, B, C atau 1, 2, 3 ada di beberapa tempat. Sistem penomoran yang tidak logis ini banyak ditemuai pada skripsi psikologi, hukum pada beberapa perguruan tinggi dan masih banyak lagi.

Komentar

Popular

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,

Footnote atau Catatan Kaki Ibid, Op.cit., dan Loc.cit

Tutorial Laporan Penelitian ~ Penulisan sumber pada catatan kaki atau footenote mengenal penghematan dengan menggunakan istilah Ibid, Op.cit., dan Loc.cit. Ketiga singkatan tersebut harus diketik italic atau underline.

Ibid merupakan singkatan dari ibidem, yang artinya di tempat yang sama. Jika suatu pustaka atau sumber yang baru saja dikutip (belum diselingi sumber pustaka lain) akan dikutip lagi, maka cukup menggunakan ibid. Jika ibid, itu merujuk halaman yang sama dengan karangan yang sebelumnya, maka ibid harus diganti dengan Loc.cit.

Loc.cit merupakan singkatan dari Loco citato yang artinya dikutip dari tempat yang sama. Bila hendak mengutip halaman yang sama dari sumber yang baru saja dikutip (belum diselang oleh sumber lain) maka catatan kaki cukup disingkat Loc.cit.

Op.cit. merupakan singkatan dari Opere citato, artinya telah dikutip. Jika suatu pustaka atau sumber telah dikutip dalam catatan kaki dan telah diselangi oleh satu atau beberapa sumber lain hendak dikutip lagi, maka p…