Monday, September 29, 2014

Proses Laporan Penelitian Peer-Reviewed Terbit

Tutorial Laporan Penelitian ~ Ketika sebuah penelitian selesai, ilmuwan menulis sebuah laporan yang menjelaskan prosedur penelitian dan hasilnya. Dia kemudian menyerahkan ke penerbit jurnal yang relevan.

Semua penelitian yang tidak dipublikasikan ke jurnal tidak memiliki implikasi apa-apa. Jurnal seperti pernikahan formil di KAU, sebuah penelitian dinilai sah secara ilmiah jika dipublikasikan di tempat resmi.

Peneliti kanker biasanya mulai menyerahkan laporan ke jurnal bergengsi dengan impact factor tertinggi misalnya CA: A Cancer Journal for Clinicians. Jika laporan tidak diterima, dia pindah ke pilihan kedua dan seterusnya yang memiliki level lebih rendah.

Setelah itu peneliti hanya bisa menunggu. Sistem ini memiliki 2 tahap yang harus dilalui bagi sebuah laporan penelitian diterbitkan yaitu proses tim editor jurnal sebagai pihak penerbit dan peer-reviewer sebagai wasit dari kalangan ilmuwan yang menguasai bidang kanker.

Tahap Proses Editor Jurnal

Jalan menuju penerimaan dimulai dari tim editor jurnal yang pertama kali meninjau kiriman untuk memastikan cocok baik fokus pokok bahasan dan platform editorialnya karena setiap penerbit memiliki sekup yang berbeda-beda.

Sebagai contoh beberapa jurnal lebih memilih mempublikasikan hanya aspek implikasi atau terobosan terapuitik yang termuat dari sautu penelitian dan mengabaikan lainnya. Penerbit yang lain lebih tertarik hanya pada implikasi teoritis.

Ratusan hingga ribuan laporan penelitian yang diterima setiap penerbit hanya sebagian kecil yang bisa bertahan pada proses evaluasi awal ini. Laporan yang lolos dan diterima tim editor kemudian memasuki sistem peer-review formal.

Tahap Proses Peer-Review

Umumnya proses peer-review melibatkan diskusi antara tim editor jurnal dan tim pengulas. Setelah wasit menerima berkas dari editor, mereka membaca dengan seksama dan memberi kritik individu. Biasanya 2 sampai 4 minggu.

Analisis peer-reviewer berkisar tentang validitas, error, desain dan metodologi yang digunakan. Juga signifikansi dan pentingnya temuan, originalitas di lapangan hingga referensi yang hilang atau tidak akurat.

Setelah proses tersebut peer-reviewer membuat rekomendasi kepada tim editor jurnal bahwa laporan penelitian sebaiknya dipublikasikan atau ditolak. Tim editor tidak wajib mengindahkan rekomendasi ini, tapi sebagian besar mengikutinya.
Tinuku
Bagikan :