Langsung ke konten utama

Generalisasi Hasil Penelitian

Tutorial Penelitian ~ Generalisasi konsen dengan penerapan hasil suatu penelitian untuk kasus atau situasi di luar dari apa yang diteliti dalam penelitian.

Generalisasi berangkat dari pertanyaan: Dapatkah hasil penelitian diterapkan secara lebih umum dan lebih luas ataukah hanya relevan dengan konteks spesifik penelitian tersebut?

Jika peningkatan kualitas efektif dalam satu prosedur, maka apakah efek yang sama ditemukan di tempat lain? Mungkinkah perubahan yang sama diterapkan dalam prosedur lain?

Pertanyaan ini penting mengingat setting sebuah penelitian mungkin berlaku dalam suatu kondisi tapi tidak pada kondisi lain dan dalam hal ini hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan.

Semua peneliti harus bertanya apakah pekerjaan mereka terutama ditujukan untuk membuat generalisasi kepada populasi yang lebih luas atau hanya dari nilai intrinsik dengan kondisi spesifik.

Contoh:
  1. Penelitian Obat: Peneliti farmasi meneliti efektivitas obat pada pasien maka sangat mungkin hasilnya memiliki kemampuan generalisasi tinggi ke kelompok lain karena prosedur klinis dan dosis terkontrol.
  2. Keputusan Pembelian: Peneliti marketing meneliti keputusan pembelian sebuah produk maka kemampuan generalisasi sangat kecil karena Anda tidak bisa mengontrol konsumen.
Dengan demikian kemampuan generalisasi hasil suatu penelitian ditentukan oleh sejauhmana prosedur penelitan tersebut relevan pada kondisi lain sehingga memiliki hasil yang sama.

Seorang peneliti tidak pernah bisa yakin bahwa sukses dalam suatu prosedur memberi hasil positif yang sama di tempat lain. Tapi peneliti dapat memberikan deskripsi atas pelaksanaan dan konteks.

Deskripsi ini terutama dalam penelitian tanpa kontrol ataupun perbandingan, sehingga dapat membantu para pengambil keputusan menilai relevansi dengan adaptasi situasi lokal mereka.

Saran Bacaan :

Blaxter, L., Hughes, C., & Tight, M., (1998), How to Research. Buckingham: Open University Press

Collis, J., & Hussey, R., (2003), Business Research: A practical Guide for Undergraduate and Postgraduate Students. London: Macmillan Business

Denzin, N., and Lincoln, Y., eds. (1998), The Landscape of Qualitative Research. London: SAGE

Easterby-Smith, M., Thorpe, R., & Lowe, A., (1997), Management Research an Introduction. London: SAGE

Øvretveit, J., Leviton, L. and Parry, G. (2011), Increasing the generalisability of improvement research with an improvement replication programme. BMJ Gualitaty & Safety, Volume 20, Issue Suppl 1, DOI:10.1136/bmjqs.2010.046342

Komentar

Popular

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,

Footnote atau Catatan Kaki Ibid, Op.cit., dan Loc.cit

Tutorial Laporan Penelitian ~ Penulisan sumber pada catatan kaki atau footenote mengenal penghematan dengan menggunakan istilah Ibid, Op.cit., dan Loc.cit. Ketiga singkatan tersebut harus diketik italic atau underline.

Ibid merupakan singkatan dari ibidem, yang artinya di tempat yang sama. Jika suatu pustaka atau sumber yang baru saja dikutip (belum diselingi sumber pustaka lain) akan dikutip lagi, maka cukup menggunakan ibid. Jika ibid, itu merujuk halaman yang sama dengan karangan yang sebelumnya, maka ibid harus diganti dengan Loc.cit.

Loc.cit merupakan singkatan dari Loco citato yang artinya dikutip dari tempat yang sama. Bila hendak mengutip halaman yang sama dari sumber yang baru saja dikutip (belum diselang oleh sumber lain) maka catatan kaki cukup disingkat Loc.cit.

Op.cit. merupakan singkatan dari Opere citato, artinya telah dikutip. Jika suatu pustaka atau sumber telah dikutip dalam catatan kaki dan telah diselangi oleh satu atau beberapa sumber lain hendak dikutip lagi, maka p…