Langsung ke konten utama

Tutorial Olah Data SPSS : Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

Tutorial Penelitian ~ Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov adalah uji yang bertujuan untuk mengetahui apakah data dalam variabel yang akan dianalisis berdistribusi normal.

Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Data berdistribusi normal artinya data mempunyai sebaran merata sehingga benar-benar mewakili populasi.

Uji normalitas data dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian. Uji normalitas adalah membandingkan antara data yang akan diteliti dengan data berdistribusi normal berdasarkan mean dan standar deviasi.

Jika data berdistribusi normal maka analisis statistik dapat memakai pendekatan parametrik, sedangkan jika data tidak berdistribusi normal maka analisis menggunakan pendekatan non-parametrik.

Kasus:

INPUT DATA

Gambar 1
Input data ke spreadsheets Microsoft Excel kemudian copy dan paste ke spreadsheets Data View SPSS dilanjutkan dengan input parameter deskripsi ke spreadsheets Data Variable SPSS.

Gambar 1 (klik untuk perbesar) adalah penampakan spreadsheets Data View SPSS. Dengan demikian kita memliki 1 kolom variabel. Pada tahap ini input data sudah selesai. Lanjut langkah perintah uji.


LANGKAH-LANGKAH
  1. Klik Analyze - Nonparametrik Test - Legacy Dialogs - 1-Sample K-S
  2. Pindahkan Berat Badan ke Test Variable List
  3. Klik OK
Gambar 2
Gambar 2 (klik untuk perbesar) adalah menu popup pada saat Anda melakukan langkah ke-2 dan ke-3 yaitu memilih variabel yang akan dianalisis.

Pada tahap ini uji normalitas sudah selesai dan kita sudah mendapatkan output SPSS. Langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan berdasarkan output tersebut.


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  • Jika Sig di atas 0,05 maka berdistribusi normal
  • Jika Sig di bawah 0,05 maka tidak berdistribusi normal
Gambar 3
Gambar 3 (klik untuk perbesar) adalah output hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Output menujukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,960 maka lebih besar dari 0,05 sehingga data berat badan berdistribusi normal.

Sekian dulu tutorial olah data SPSS. Analisis-analisis yang lain dijelaskan dalam tutorial selanjutnya. Ikuti terus update tutorial olah data statistik SPSS. Selamat Meneliti!

Komentar

  1. "Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Data berdistribusi normal artinya data mempunyai sebaran merata sehingga benar-benar mewakili populasi."

    Kalimat di atas menurut saya kurang tepat karena tergantung topik apa yang diteliti dan populasi mana yang diteliti.

    Misal pengaruh nasi terhadap prestasi siswa. Jika dilakukan penelitian di seluruh dunia, hasilnya mungkin tidak berdistribusi normal, karena tiap negara berbeda2 makanan pokoknya, belum lagi mempertimbangkan negara yang jumlah penduduknya banyak dan suka makan nasi...

    BalasHapus
  2. Gan maaf sebelumnya cmn nanya...
    Untuk melihat normalnya data bukannya pada tulisan Kolmogorov-Smimov Z?
    Kemudian di bandingkan dengan sig.0,05
    Knpa harus dilihat pada kolom asymp.sig(2-tailed)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena sig (2-tailed) itu dibandingkan dengan nilai alfa yang digunakan. Biasanya sig. 2 tailed disebut pula p-value

      Hapus
  3. gan mau nanya, kalo uji normalitas buat data parametrik (bukan sensori/non parametrik) itu pake spss cara begini bisa?

    BalasHapus

Poskan Komentar

Popular

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,

Footnote atau Catatan Kaki Ibid, Op.cit., dan Loc.cit

Tutorial Laporan Penelitian ~ Penulisan sumber pada catatan kaki atau footenote mengenal penghematan dengan menggunakan istilah Ibid, Op.cit., dan Loc.cit. Ketiga singkatan tersebut harus diketik italic atau underline.

Ibid merupakan singkatan dari ibidem, yang artinya di tempat yang sama. Jika suatu pustaka atau sumber yang baru saja dikutip (belum diselingi sumber pustaka lain) akan dikutip lagi, maka cukup menggunakan ibid. Jika ibid, itu merujuk halaman yang sama dengan karangan yang sebelumnya, maka ibid harus diganti dengan Loc.cit.

Loc.cit merupakan singkatan dari Loco citato yang artinya dikutip dari tempat yang sama. Bila hendak mengutip halaman yang sama dari sumber yang baru saja dikutip (belum diselang oleh sumber lain) maka catatan kaki cukup disingkat Loc.cit.

Op.cit. merupakan singkatan dari Opere citato, artinya telah dikutip. Jika suatu pustaka atau sumber telah dikutip dalam catatan kaki dan telah diselangi oleh satu atau beberapa sumber lain hendak dikutip lagi, maka p…