Skip to main content

Analisis Korelasi

Tutorial Penelitian - Korelasi adalah istilah yang mengacu pada kekuatan hubungan antara 2 variabel. Besaran korelasi kedua variabel tersebut disebut dengan koefisien korelasi.

Korelasi kuat atau tinggi berarti bahwa 2 atau lebih variabel memiliki hubungan yang kuat satu sama lain, korelasi lemah atau rendah berarti bahwa kedua variabel memiliki hubungan lemah.

Ada banyak uji statistik yang digunakan untuk menentukan korelasi seperti analisis korelasi dan analisis regresi. Koefisien korelasi berkisar dari -1,00 hingga 1,00.

Nilai 1.00 merupakan koefisien korelasi positif sempurna yang berarti kedua variabel memiliki hubungan positif atau dengan kata lain setiap kenaikan variabel X berdampak pada kenaikan variabel Y.

Nilai -1.00 merupakan koefisien korelasi negatif sempurna yang berarti kedua variabel memiliki hubungan negatif atau dengan kata lain setiap kenaikan variabel X berdampak pada penurunan variabel Y.

Sebagai contoh kita melihat variabel usia dan pendapatan. Jika koefisien korelasi adalah 0,80 berarti meningkatnya usia maka pendapatan juga meningkat, sedangkan jika -0,80 berarati peningkatan usia maka pendapatan menurun.

Untuk pengambilan keputusan apakah korelasi mencerminkan hubungan nyata atau tidak diperlukan uji signifikansi. Jika nilai signikansi kurang dari 0,05 maka hubungan signifikan, jika lebih dari 0,05 maka tidak signifikan.

Analisis korelasi yang paling umum digunakan untuk mencari koefisien korelasi adalah Pearson atau Korelasi Product-moment. Koefisien ini dihitung dengan kovarians dari 2 variabel dan membaginya dengan standar deviasi.

Comments

Popular

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Two Way ANOVA SPSS

Jenis-Jenis Teknik Sampling