Skip to main content

Desain Penelitian Medis : Cross-Sectional Studies atau Prevalensi

Tutorial Penelitian ~ Desain penelitian medis cross-sectional studies atau prevalensi adalah desain penelitian survei dan studi epidemiologi tanpa riwayat waktu.

Studi cross-sectional menganalisis data yang dikumpulkan pada kelompok subjek pada satu waktu daripada selama periode waktu. Istilah "cross-sectional" karena tidak memiliki deskriptif riwayat waktu.

Cross-sectional dirancang untuk menentukan "Apa yang terjadi" sekarang. Subyek yang dipilih dan informasi yang diperoleh dalam waktu singkat, fokus pada suatu titik waktu yang kadang-kadang juga disebut studi prevalensi.

Pengambilan data variabel-variabel dilakukan sekali waktu pada saat bersamaan di suatu tempat. Populasinya adalah semua responden baik yang mempunyai kriteria variabel bebas dan variabel tergantung maupun tidak.

Survei dan jajak pendapat umumnya studi cross-sectional, meskipun survei dapat menjadi bagian dari case-control studies. Studi cross-sectional dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan oleh case-series.


Soderstrom et al (1997) ingin membangun cara mendiagnosa pasien di unit gawat darurat. Mereka menganalisis hubungan demografi dan trauma cedera menggunakan konsentrasi alkohol darah.

Yuan et al (2001) ingin mengevaluasi metode yang berbeda dengan menguji hubungan antara slide histologi dan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mempelajari karakteristik arteri karotid.

Gelber et al (1997) menganalisis data subyek dari 63 rumah sakit di Amerika Utara untuk mengembangkan nilai-nilai normatif diabetes mellitus dan gangguan neuropatik dengan membandingkan demografi jenis kelamin.

Kendler et al (2003) menyelidiki peran faktor risiko genetik dan lingkungan terhadap penyalahgunaan zat. Mereka mempelajari 16 zat dengan mewawancarai hampir 1.200 pasangan kembar laki-laki dewasa.

Huang dan Stafford (2002) menggunakan data National Ambulatory Medical Care Survey untuk menguji hubungan antara demografi dan karakteristik klinis perempuan yang mengunjungi dokter primer dan spesialis untuk infeksi saluran kemih.

Diermayer et al (1999) menganalisis data surveilans epidemiologi di Oregon dan melaporkan peningkatan kejadian meningokokus dari 2 kasus per 100.000 penduduk selama 1987-1992 menjadi 4,5 kasus per 100.000 pada tahun 1994.

Caiola dan Litaker (2000) ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi memilih program residensi dengan mengirimkan kuesioner ke direktur program dan memintanya untuk mendistribusikan kuesioner.

Patenaude et al (2003) meminta mahasiswa kedokteran di Kanada untuk mengisi kuesioner tentang penalaran moral. Mereka ingin mengetahui bagaimana penalaran moral berubah dari waktu ke waktu.

Sekian dulu tutorial kali ini. Anda dapat terus memantau bahasan penelitian medis lainnya di jenis-jenis desain penelitian medis. Jangan lewatkan sedikit pun. Selamat meneliti!

Saran Bacaan :

Caiola & Litaker (2000). Factors Influencing the Selection of General Internal Medicine Fellowship Programs. Journal of General Internal Medicine, 15:656-658, PMC:1495591

Diermayer et al (1999). Epidemic Serogroup B Meningococcal Disease in Oregon: The Evolving Epidemiology of the ET-5 Strain. JAMA, 281:1493-1497, DOI:10.1001/jama.281.16.1493

Gelber et al. (1997). Cardiovascular autonomic nervous system tests: Determination of normative values and effect of confounding variables. Journal of the Autonomic Nervous System, 62:40-44, PMID: 9021648

Huang (2002). National Patterns in the Treatment of Urinary Tract Infections in Women by Ambulatory Care Physicians. Archive of Internal Medicine, 162:41-47, DOI:10.1001/archinte.162.1.41

Kendler et al. (2003). Specificity of Genetic and Environmental Risk Factors for Use and Abuse/Dependence of Cannabis, Cocaine, Hallucinogens, Sedatives, Stimulants, and Opiates in Male Twins. The American Journal of Psychiatry, 160:687-695, DOI:10.1176/appi.ajp.160.4.687

Patenaude (2003). Changes in students' moral development during medical school: A cohort study. Canadian Medical Association Journal, 168:840-844

Soderstrom et al. (1997). Predictive model to identify trauma patients with blood alcohol concentrations 50 mg/dL. Journal of Trauma-Injury Infection & Critical Care, 42:67-73, PMID:9003260

Yuan et al. (2001). In Vivo Accuracy of Multispectral Magnetic Resonance Imaging for Identifying Lipid-Rich Necrotic Cores and Intraplaque Hemorrhage in Advanced Human Carotid Plaques. Circulation, 104:2051–2056, DOI:10.1161/hc4201.097839

Comments

Popular

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Two Way ANOVA SPSS

Jenis-Jenis Teknik Sampling