Thursday, May 28, 2015

Paper Sleeping Beauty Menunggu Kemuliaan

Tutorial Penelitian ~ Paper sleeping beauty yang tidur selama beberapa dekade tiba-tiba bangun menikmati usia tua yang kaya dengan lonjakan luar biasa kutipan.

Beberapa laporan ilmiah populer dari awal dengan mengumpulkan beberapa kutipan dari para peneliti lainnya. Tetapi laporan lain bisa merana lebih dari satu abad sebelum terbangun meraih kemuliaan.

Alessandro Flammini, programer Centre for Complex Networks and Systems Research di University of Indiana, dan rekan menganalisis 22 juta karya ilmiah untuk mengidentifikasi sejarah kutipan.

Sebuah paper umumnya memperoleh kutipan menurun setelah periode awal pertumbuhan. Nasib ini sering ditentukan berdasarkan berapa banyak kutipan dalam 5 tahun pertama publikasi.

Tetapi beberapa paper tertidur belasan dekade sebelum mendapat lonjakan kutipan tiba-tiba. Contoh sleeping beauty paling terkenal adalah paper tahun 1935 mekanika kuantum oleh Albert Einstein, Boris Podolsky dan Nathan Rosen.

Paper Herbert Freundlich (1906) tba-tiba populer pada tahun 2002 dengan mendapat 11.600 kutipan. Paper Karl Pearson (1901) yang diterbitkan Philosophical Magazine melonjak dengan 3.978 kutipan setelah tahun 2002.

Sleeping beauty muncul karena selama beberapa tahun setelah publikasi dianggap tidak penting. Bidang fisika, kimia dan matematika menempati tingkat paling tinggi dari bidang ilmiah lainnya.

Lonjakan kutipan terjadi ketika penelitian tersebut menemukan aplikasi di luar bidang utama seperti metode statistik Pearson yang menjadi berguna dalam motede biologi.

Credit: Qing Ke et al

Flamini mengatakan pengakuan tertunda terhadap sebuah karya-karya tersebut merupakan sinyal yang dirasakan oleh masyarakat akademik pada saat itu sebagai temuan yang terlalu prematur atau futuristik.

Namun Filippo Radicchi, programer Centre for Complex Networks and Systems Research di University of Indiana memperingatkan para ilmuwan jangan terlalu banyak harapan publikasi mereka menjadi sleeping beauty.

"Jika Anda melihat sebuah paper yang berusia 10 tahun dan tidak dikutip, saya prediksi paper tersebut memiliki nol kutipan selamanya," kata Radicchi.

Saran Bacaan :

Qing Ke et al. (2015). Defining and identifying Sleeping Beauties in science. Proceedings of the National Academy of Sciences, May 26, 2015, DOI:10.1073/pnas.1424329112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment