Skip to main content

Desain Penelitian Medis : Studi Eksperimental Terkontrol dan Tanpa Kontrol

Tutorial Penelitian ~ Salah satu desain penelitian eksperimental terkendali adalah menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok standar atau kontrol.

Kelompok eksperimen dan kontrol harus diperlakukan sama segala hal kecuali prosedur yang memang diharapkan memberi dampak berbeda. Cara paling umum dalam uji klinis yaitu kelompok obat dan kelompok plasebo.

Berdasarkan tipologinya desain mengenai ekperimen berdasarkan penggunaan kontrol memiliki 5 tipe yaitu kontrol diri, kontrol independen, kontrol silang, kontrol eksternal dan tanpa kontrol.

Di bidang medis tidak semua hal bisa diraih dan kadang-kadang keterbatasan harus dihadapi peneliti sehingga setiap desain memiliki sisi kelebihan dan kelemahan tersendiri. Berikut tipologi desain eksperimen kontrol:


1. Desain Eksperimen Kontrol Diri (Self-Control)

Tingkat moderat kontrol menggunakan hanya satu kelompok yang merangkap sebagai kelompok eksperimen dan kontrol sekaligus. Desain eksperimen ini menggunakan prosedur pengukuran pre dan post.

Penelitian Sauter dan rekan (2002) melibatkan pasien yang menjalani kolesistektomi. Tindak lanjut terjadi 1 dan 3 bulan setelah kolesistektomi untuk mendeteksi perubahan sakit perut, kembung dan dispepsia.

Jenis penelitian menggunakan pasien yang sama sebagai eksperimen sekaligus kontrol. Desain self-control tidak melibatkan kelompok. Studi-studi ini mirip desain kohort kecuali untuk intervensi yang terlibat.

2. Desain Eksperimen Kontrol Independen

Desain ini memiliki 2 kelompok mandiri yaitu satu kelompok prosedur (eksperimental) dan lainnya kelompok standar (kontrol). Cara terbaik memastikan perlakukan sama adalah merencang intervensi untuk periode waktu sama.

Untuk mengurangi kemungkinan bias maka peneliti dapat merancang double-blind trials yaitu subyek dan peneliti tidak tahu mana kelompok eksperimen dan mana kelompok kontrol.

Jika peneliti tidak tahu tetapi dalam beberapa situasi yang tidak biasa mengharuskan subjek harus diberitahu dirinya terlibat penelitian, maka desain ini disebut dengan blind trial.

3. Ekperimen Kontrol Silang (Crossover)

Desain ini menggunakan 2 kelompok yaitu 1 kelompok ditugaskan untuk eksperimental dan kelompok kedua ditugaskan untuk kontrol. Setelah beberapa waktu, kedua kelompok bertukar tempat (washout).

Kelompok A menerima obat dan kelompok B menerima plasebo. Ketika washout Kelompok A menerima plasebo dan kelompok B menerima obat. Desain ini sangat kuat bila digunakan dengan tepat.

4. Ekperimen Kontrol Eksternal

Metode keempat menggunakan penelitian lain sebagai kontrol eksternal. Kadang-kadang hasil penelitian lain digunakan peneliti sebagai pembanding. Pada kesempatan lain kontrol adalah subjek penelitian sebelumnya.

5. Ekperimen Tanpa Kontrol

Tidak semua penelitian yang melibatkan intervensi menggunakan kontrol. Misalnya Crook dan rekan (1997) melaporkan hasil eksperimen radioterapi untuk kanker prostat di mana pasien diikuti selama setidaknya 12 hingga 70 bulan.

Peneliti ingin menentukan lamanya waktu pasien tidak kambuh tumor serta berapa lama pasien sehat. Mereka menemukan beberapa perbedaan probabilitas kelangsungan hidup jangka panjang

Penelitian ini merupakan penelitian yang tidak terkendali karena tidak ada perbandingan antara pasien yang mendapatkan terapi dengan pasien yang tidak mendapatkan terapi.

Sekian dulu tutorial kali ini. Anda dapat terus memantau bahasan penelitian medis lainnya di jenis-jenis desain penelitian medis. Jangan lewatkan sedikit pun. Selamat meneliti!

Saran Bacaan :

Sauter GH et al. (2002). Bowel habits and bile acid malabsorption in the months after cholecystectomy. The American Journal of Gastroenterology, 97:1732-1735, DOI:10.1111/j.1572-0241.2002.05779.x

Crook JM et al. (1997). Radiotherapy for localized prostate carcinoma. Cancer, Volume 79, Issue 2, pages 328–336, 15 January 1997
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,