Tuesday, July 21, 2015

Taipan Internet Rusia Yuri Milner Mencari Alien

Tutorial Penelitian ~ Taipan Internet Rusia, Yuri Milner, mendermakan US$100 juta untuk pencarian alien. SETI siap melepas pedal kopling panjang untuk 10 tahun mendatang.

The Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) menerima energi besar dari pengusaha internet Rusia Yuri Milner yang mengabdikan US$100 juta untuk deteksi sinyal peradaban teknologi dari exoplanet.

Proyek menggunakan 2 parabola radio terbesar di dunia dan teleskop optik serta pengembangan teknologi baru pemrosesan sinyal digital untuk memantau 10 miliar frekuensi radio secara bersamaan.

"Sudah waktunya menjawab pertanyaan apakah ada kehidupan di luar Bumi," kata Stephen Hawking dalam konferensi pers di London saat pengumuman rencana Milner kemarin.

Milner mengumpulkan kekayaan dari investasi besar di perusahaan berbasis Web termasuk Facebook, Twitter, Zynga, Spotify dan Groupon. Pada 2012 ia menjadi filantropis dengan hibah US$3 juta tiap tahun kepada para peneliti.

Proyek "Breakthrough Listen" bertujuan mempercepat laju SETI dengan peningkatan jam terbang teleskop, teknologi dan software open source baru untuk memproses data besar.

Frank Drake penggagas SETI yang berdiri tahun 1960 ketika teleskop radio cukup sensitif mendeteksi sinyal dari planet lain. Peneliti mengembangkan perangkat untuk memantau jutaan frekuensi.

Pada awalnya didanai oleh universitas-universitas, sedangkan dana dari pemerintah AS dihentikan oleh Kongres pada awal 1990-an. Sejak itu SETI menerima dana dari donor swasta.

Getty Images

Milner mengatakan pada konferensi bahwa "Breakthrough Listen" adalah pencarian kehidupan cerdas di alam semesta lebih komprehensif, lebih cepat, lebih sensitif dan mengcover petak luas spektrum elektromagnetik.

Proyek ini memanfaatkan berbagai sumber daya besar seperti 100 meter Green Bank Telescope di Virginia Barat, AS, dan 64 meter Parkes Radio Telescope di New South Wales, Australia.

Selain itu juga mengarahkan 2,4 meter Automated Planet Finder Telescope di Observatorium Lick di San Jose, California, untuk mencari kemungkinan sinyal optik laser dari dunia lain.

"Abad ke-20 mengambil langkah pertama kita ke angkasa dan Tata Surya. Pada abad ke-21 kita mencari tahu tentang kehidupan di skala galaksi," kata Milner.

Geoffrey Marcy, pemburu planet dari University of California, Berkeley, mengembangkan sistem pemrosesan sinyal dalam chip dan graphical processing units (GPUs) untuk menggersik 10 gigabyte data per detik.

Terlalu banyak informasi dalam bentuk mentah sehingga sistem harus bisa menampilkan potensi sinyal dengan cepat. Marcy yakin data mendukung hipotesis kehidupan exoplanet.

"Saya berani pertaruhkan rumah saya bahwa di sistem 100 bintang terdekat ada bentuk kehidupan bersel tunggal berevolusi," kata Marcy.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment