Skip to main content

Jepang Kembali Hidupkan Pembangkit Tenaga Nuklir

Tutorial Penelitian ~ Jepang restart tenaga nuklir meskipun protes dan tidak ada rencana penanganan limbah. Pembangkit listrik Sendai di pulau Kyushu memutus jeda 4 tahun pada 11 Agustus 2015.

Jepang kembali ke tenaga nuklir setelah negara tersebut menutup semua pembangkit tenaga nuklir yaitu 48 reaktor menyusul gempa Tohoku 11 Maret 2011 yang memicu tsunami di kompleks Fukushima Daiichi.

Di selatan negara itu, pekerja di kompleks nuklir Sendai di prefektur Kagoshima, pulau Kyushu, membawa keluar batang kendali untuk memulai boot up pabrik dan aliran listrik diharapkan mulai menerangi rumah tangga.

"Pola pikir pemerintah dan industri berat masih sama yaitu mencoba menjaga batubara dan nuklir," kata Tetsunari Iida, kepala Institut Kebijakan Energi Berkelanjutan di Tokyo.

Sebelum bencana, Jepang berniat menghasilkan sekitar setengah listrik dari sumber nuklir. Setelah kebocoran, kabinet singkat perdana menteri Yoshiko Noda menghapus energi nuklir seluruhnya dan menggantinya dengan energi terbarukan.

Tapi Perdana Menteri Shinzo Abe yang mengambil alih pada tahun 2012 menempatkan nuklir kembali ke dalam industri dengan rencana untuk memulai kembalinya sebanyak mungkin reaktor.


Ini langkah pertama Abe untuk memulai kembali pembangkit listrik nuklir dan batu bara sebagai solusi defisit kronis listrik yang telah menyebabkan lonjakan harga listrik.

Abe ingin nuklir memberi 20 hingga 22 persen pasokan listrik negara pada tahun 2030 dibandingkan 30 persen sebelum bencana Fukushima. Tapi ketidakpercayaan terhadap tenaga nuklir di Jepang berlanjut.

Nuklir dan energi terbarukan membantu menjaga emisi karbon dioksida, tapi emisi secara keseluruhan hanya turun 18% dari tingkat tahun 1990. Uni Eropa dengan perbandingan berjanji menurunkan 40%.

Pemerintah memahami dan mengakui tujuan iklim dan mencoba membuat target yang konsisten, tapi industri dan ekonomi prioritas lebih tinggi sehingga target emisi 2030 tidak terlihat benar-benar cukup.

Sekitar 100 demonstran anti-nuklir berkumpul di luar reaktor. Sebuah jajak pendapat 1000 warga Kagoshima awal bulan ini dilansir Mainichi Shimbun menunjukkan 57 persen menentang dan 30 persen mendukung.

Masalah lain adalah penempatan limbah nuklir yang sangat reaktif. Menurut Japan Times sekitar 17.000 ton dikubur di kolam penyimpanan sementara di seluruh negeri dan kapasitas daya tampung habis dalam waktu 3 tahun ke depan.

Comments

Popular

Two Way ANOVA SPSS

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Jenis-Jenis Teknik Sampling