Tuesday, December 8, 2015

8 Hal Penting Revolusi Teknologi Modifikasi Genetika

Tutorial Penelitian ~ Dalam beberapa tahun terakhir para ilmuwan menemukan gunting molekul semakin tepat untuk memotong dan menyisipkan DNA.

Alat-alat pengeditan genetika terutama cut and paste menggunakan molekul dikenal sebagai CRISPR-Cas9 telah menjadi begitu murah dan mudah digunakan yang dimungkinkan untuk memperbaiki penyakit genetik.

Banyak teknologi sebagai anugerah medis meskipun prospek mendesain bayi dan bermain-main dengan DNA generasi mendatang harus memiliki batas etik sebagai pedoman seluruh ilmuwan di dunia.

Pekan lalu U.S. National Academies of Sciences and Medicine, Chinese Academy of Sciences dan United Kingdom’s Royal Society mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas etika, hukum dan peraturan terkait.

Sangat penting bagi Anda dan para peneliti pada umumnya untuk memahami perkembangan cut and paste dalam mengedit gen. Berikut delapan peristiwa penting yang terkait dengan revolusi modifikasi genetika.


1. Teknik CRISPR-Cas9 untuk mengedit genom embrio manusia

April 2015 sebuah tim dipimpin Junjiu Huang di Sun Yat-sen University, Guangzhou, China, menjelaskan penggunaan teknologi populer CRISPR-Cas9 untuk mengedit genom embrio manusia.

Modifikasi sel telur, sperma atau embrio dikenal sebagai sel germinal. Huang menggunakan embrio non-layak yang tidak bisa menghasilkan kelahiran hidup. Tapi pada prinsipnya suntingan sel dapat diwariskan ke generasi mendatang.

2. Teknologi modifikasi gen makin murah dan mudah

Teknologi CRISPR-Cas9 membuat kerja modifikasi DNA begitu murah dan mudah sehingga biolog amatir dan masyarakat dapat menggunakan laboratorium sederhana untuk melakukan eksperimen.

3. Cas9 bukan satu-satunya enzim

Teknik CRISPR-Cas9 adalah pemotongan DNA menggunakan enzim utama Cas9. Tetapi pada bulan September, biolog sintetis Feng Zhang dari Broad Institute of MIT dan Harvard di Cambridge, Massachusetts, membuat inovasi.

Zhang dan tim melaporkan temuan protein disebut Cpf1 yang memungkinkan lebih mudah untuk mengedit genom. Zhang adalah salah satu pelopor penggunaan CRISPR-Cas9 untuk mengedit genom dalam sel mamalia.

4. Babi membuat debut pengeditan gen

Anjing, kambing dan monyet adalah bagian penting dalam eksperimen CRISPR. Tapi babi membuat debut dengan penciptaan micropig atau minipig yang beratnya 6 kali lebih kecil dari banyak peternakan babi.

George Church dan tim di Harvard Medical School, Boston, mengedit 62 situs dalam genom babi menghasilkan organ non-manusia yang dapat ditransplantasi atau didonorkan kepada manusia.

5. Investasi Gates, Google, DuPont dan Caribou Biosciences

Pada bulan Agustus 2015 beberapa investor profil tinggi termasuk Bill & Melinda Gates Foundation dan Google Ventures menanamkan investasi US$120 juta kepada Editas Medicine of Cambridge di Massachusetts untuk modifikasi genetik.

Pada bulan Oktober 2015 Perusahaan pertanian besar DuPont menjalin aliansi dengan perusahaan Caribou Biosciences di Berkeley, California, dan mengumumkan pengunaan CRISPR-Cas9 untuk mendesain tanaman.

6. Teknik TALENs untuk memerangi leukemia

November 2015 Adrian Thrasher dan tim di Rumah Sakit Great Ormond Street di London menggunakan teknik TALENs untuk memodifikasi genetik pasien leukemia berumur 1 tahun dalam memerangi kanker.

7. Peraturan perundang-undangan

China, Jepang, Irlandia dan India, pedoman tidak melakukan pembatasan penerapan editing genom pada embrio manusia. Tetapi banyak peneliti yang menunggu pedoman internasional dan KTT di Washington DC memberikan lampu hijau.

8. Sengketa hak paten CRISPR-Cas9

Sengketa hak paten CRISPR-Cas9 mewarnai revolusi teknologi pengeditan genetik ini. Pada bulan April 2014 Zhang mendapatkan hak paten di Amerika Serikat untuk teknik CRISPR-Cas9.

Tapi beberapa bulan sebelumnya Jennifer Doudna di University of California Berkeley dan Emmanuelle Charpentier sekarang di Max Planck Institute for Infection Biology di Berlin mengajukan hak paten serupa.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment