Skip to main content

Daftar Potensi Patogen Paling Berbahaya Masa Depan

Tutorial Penelitian ~ Potensi patogen paling berbahaya adalah Ebola, Marburg, sindrom nafas, MERS-CoV, Nipah, Lassa, Rift Valley dan demam berdarah Krimea Kongo.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus memiliki sistem dengan cepat mengatasi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang sudah terjadi serta mitigasi patogen mematikan yang mungkin terjadi di masa depan.

Ebola menyeruak tahun lalu untuk alasan jelas yaitu mematikan, menular dan belum ada obatnya. Epidemi melanda beberapa negara Afrika kemudian peneliti dapat menguji obat dan vaksin baru untuk melawan virus.

Sekarang WHO telah datang dengan daftar jangka pendek potensi penyakit yang mungkin menimbulkan risiko sama dengan tujuan memfokuskan upaya penelitian sebelum petaka melanda berikutnya.

Daftar ini bagian dari program WHO yang lebih luas disebut "R&D blueprint for action to prevent epidemics" berdasarkan pengalaman wabah Ebola yang tiba-tiba memukul di luar kendali.

Seringkali satu-satunya cara untuk penelitian obat dan vaksin datang terlambat yaitu setelah wabah terjadi sehingga organisasi menuntuk perlunya kandidat obat dan vaksin yang siap setiap saat.

World Health Assembly pada bulan Mei menuntut WHO mengembangkan cara-cara yang lebih baik untuk mengantisipasi wabah besar dan melakukan upaya mempercepat penelitian tentang penyakit menular.


Para ilmuwan dan dokter bertemu di Jenewa, Swiss, pada hari Selasa dan Rabu pekan lalu untuk memilih 5 sampai 10 penyakit yang paling mungkin menyebabkan wabah parah dalam waktu dekat dan belum ada obatnya.

Mereka datang dengan daftar 8 penyakit mematikan yaitu Ebola, Marburg, sindrom pernafasan akut parah, MERS-CoV, Nipah, demam Lassa, demam Rift Valley dan demam berdarah Krimea Kongo.

Demam Lassa telah mewabah di Afrika Barat dan di tempat lain selama bertahun-tahun, tapi tidak banyak perhatian. Langkah WHO sangat tepat untuk melawan neglected diseases seperti halnya leishmaniasis.

"Banyak dari penyakit ini belum menerima dana penelitian atau perhatian," kata Cathy Roth, anggota penasihat kebijakan sains di WHO.

Menyusun daftar tidak mudah. Pada akhirnya para ilmuwan memutuskan untuk meninggalkan penyakit seperti flu burung atau HIV karena patogen ini sudah mendapatkan banyak perhatian dan dana penelitian.

Para peneliti juga menambahkan peringkat lapis kedua yang dianggap sebagai potensi wabah serius yaitu chikungunya, demam berat dengan sindrom trombositopenia dan Zika.

Langkah berikutnya adalah menganalisis status penelitian pada masing-masing penyakit, daftar kesenjangan temuan ilmiah yang penting dan obat atau vaksin yang paling siap dan menjanjikan.
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,