Tuesday, February 2, 2016

4 Kesalahan atau Error Umum dalam Penelitian Survei

Tutorial Penelitian ~ Empat macam kesalahan yang umum ditemui dalam penelitian survei adalah salah populasi, sampling, pengukuran dan non-response.

Eror atau galat atau kesalahan selalu berpotensi muncul dalam setiap penelitian dalam hal ini adalah desain survei. Disebut kesalahan karena faktor tersebut dapat mengurangi akurasi dan tingkat kepercayaan.

Dalam konteks ini kesalahan tidak harus diartikan sebagai "ceroboh". Kesalahan dalam sebuah penelitian adalah sumber-sumber ketidakpastian baik dalam perkiraan pada data dan kesimpulan tentang hasil.

Kesalahan harus dieliminasi, tetapi tidak selalu menghilangkan. Kemampuan peneliti secara akurat membuat kesimpulan untuk populasi yang lebih besar sehingga kesalahan survei salah satu kunci untuk kualitas.

Tujuan survei adalah inferensi terhadap populasi yang lebih besar. Evaluasi kualitas biasanya mencerminkan tingkat keberhasilan dalam upaya itu. Peneliti harus terus menjaga ketika merancang, melaksanakan hingga menafsirkan hasil.


Berikut empat bentuk kesalahan yang paling umum terjadi dalam penelitian survei:

1. Salah Populasi

Salah populasi terjadi ketika peneliti memilih populasi yang tidak pantas untuk memberikan data. Hal ini terjadi karena asumsi yang melandasi peneliti dalam merancang statistik meleset dari fakta.

Contoh :

Produsen barang melakukan survei kepada ibu rumah tangga karena lebih mudah dihubungi dan diasumsikan mereka memutuskan apa yang dibeli dan juga melakukan pembelian yang sebenarnya.

Dalam situasi ini sering spesifikasi populasi berujung kesalahan. Suami dapat membeli porsi barang yang terkait dan memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung yang signifikan atas apa yang dibeli.

2. Salah Sampling

Kesalahan sampling paling umum terjadi dalam survei. Sampling error pada dasarnya adalah sejauhmana penerapan asumsi teknik sampling tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya dalam populasi yang diinginkan.

Salah sampling terjadi ketika metode probabilitas yang digunakan tidak mewakili populasi karena sumber homogenitas. Sayangnya beberapa unsur salah sampling tidak dapat dihindari sehingga harus diberi catatan khusus.

Peneliti harus sadar atas tingkat ketidakpastian sebuah sampel, bahkan pemahaman dasar atau setidaknya kesadaran tentang referensi "margin of error" ketika melaporkan hasil analisis survei.

Contoh :

Kita mengumpulkan sampel acak 100 responden dari populasi orang dewasa untuk mengukur preferensi keputusan pembelian. Setelah analisis ditemukan bahwa 70 persen responden adalah perempuan.

Sampel ini tidak akan menjadi wakil dari populasi orang dewasa umum. Preferensi keputusan pembelian oleh perempuan mencegah akurasi dalam ekstrapolasi untuk populasi orang dewasa umum.

3. Salah Pengukuran

Kesalahan pengukuran sangat sering dijumpai. Kesalahan pengukuran adalah sejauhmana penerapan asumsi statistik dalam mengumpulkan data tidak sesuai dan sistem skala yang tidak sempurna.

Dengan demikian kesalahan pengukuran muncul oleh proses pengukuran itu sendiri yang menyebabkan kesenjangan antara informasi yang dihasilkan dan informasi yang diinginkan oleh peneliti.

4. Non-Response

Kesalahan non-response adalah bias kesimpulan yang dihasilkan dari cakupan suplai data dan kesenjangan relevansi terkait waktu atau momen yang berubah. Lebih lanjut mengenai non-response simak di laman ini.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment