Tuesday, April 12, 2016

GlaxoSmithKline (GSK) Umumkan Lisensi Obat Generik Kanker

Tutorial Penelitian ~ Kebijakan baru tentang paten GlaxoSmithKline (GSK) untuk negara berkembang dan para pengamat memberikan seruan kepada perusahaan lain untuk mengikuti GSK.

Ahli kesehatan masyarakat memuji langkah raksasa farmasi GlaxoSmithKline (GSK) berbasis di London tentang kebijakan paten baru sehingga lebih mudah bagi pasien di Least Developed countries (LDC) dan Low-Income Countries (LIC) mendapat obat.

GSK minggu lalu mengumumkan rencana penting untuk menghentikan paten di 50 negara-negara LIC seperti Afghanistan dan Zambia sehingga lebih mudah bagi produsen lain membuat versi salinan obat dari GSK tanpa takut litigasi.

Andrew Witty, kepala eksekutif GSK, juga mengungkapkan bahwa 35 negara-negara lain yang tergolong LDC bisa terus mengajukan paten dengan lisensi kepada produsen obat generik untuk keperluan di dalam negeri maupun ekspor.

Kebijakan GSK juga mendorong produsen obat generik dan salinan untuk berinvestasi dalam memproduksi obat-obatan lebih murah. Perusahaan akan mempertimbangkan paten obat kanker untuk PBB yang selama ini hanya difokuskan pada obat HIV/AIDS.


Sejauh ini industri farmasi telah meningkatkan track record yang memungkinkan akses ke obat-obatan bagi rakyat berpenghasilan rendah di negara-negara berkembang terutama untuk kategori obat infectious and neglected tropical diseases.

Beberapa perusahaan tahun lalu menandatangani perjanjian lisensi dengan Medicines Patent Pool (MPP) yang memungkinkan organisasi non-profit melakukan penawaran membuat obat HIV murah dan mandat bisa diperluas untuk memasukkan obat hepatitis C.

Namun WHO memperkirakan kanker membunuh lebih dari 5,3 juta orang di negara-negara berkembang setiap tahun sehingga lebih mematikan dari HIV/AIDS, tuberkulosis dan malaria. Dengan saran GSK di masa depan obat kanker mungkin berlisensi melalui MPP.

Novartis, Merck KGaA dan Roche juga telah melakukan program yang sama, sementara Bayer, Astellas dan BMS dengan obat onkologi yang penting diharapkan mulai mengikuti jejak terlibat untuk perluasan akses mudah paten obat-obatan mereka.

Novartis tahun lalu meluncurkan program untuk mengaktifkan akses 15 obat untuk penyakit tidak menular termasuk kanker payudara dengan tarif US $1 per terapi per bulan di Kenya dan Ethiopia. Rencananya diterapkan di 30 LDC dan LIC.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment