Monday, May 23, 2016

Ekspedisi Penelitian Puncak Everest Terhenti Karena Subjek Komplikasi

Tutorial Penelitian ~ Komplikasi medis persingkat ekspedisi penelitian di Puncak Everest. Para peneliti kehilangan subjek yang meninggalkan tim di puncak Gunung Everest Nepal.

Awal bulan ini pendaki gunung Richard Parks yang berencana naik ke puncak tanpa bantuan oksigen sebagai bagian dari Project Everest Cynllun dengan pengambilan sampel darah dan biopsi otot di elevasi tertinggi dihentikan secara prematur.

Tim peneliti yang selama beberapa minggu mendaki puncak kecil untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian dan Parks yang hendak memulai rute kedua di atas Khumbu Icefall selama sekitar 2 minggu pada ketinggian 5486 meter harus mempersingkat waktu.

Credit: richardparks.co.uk

Parks adalah mantan tim rugby Wales telah mendaki Everest sebelumnya dan berjalan kaki sendirian ke Kutub Selatan. Banyak data yang dapat diperoleh dari ekspedisi yang memungkinkan peneliti mengeksplorasi mekanisme yang mendasari demensia dan ketahanan.

Tujuan awal proyek adalah menguji korelasi hipoksia dan penurunan kognitif dengan memeriksa kinerja pada subjek manusia dalam lingkungan rendah oksigen tiba-tiba harus berakhir yang memicu pertanyaan berbda. Peneliti memutuskan melakukan tes darah lebih awal dari jadwal.

"Darahnya luar biasa kental. Benar-benar beku," kata Damian Bailey, fisiolog University of South Wales di Inggris.

Parks memiliki sel-sel darah merah sangat tinggi dan hematokrit. Tapi kepadatan sel tinggi juga menempatkan pada peningkatan risiko stroke atau serangan jantung. Tim memutuskan mengakhiri ekspedisi 3 Mei meskipun Parks lahiriah tampak dalam kesehatan sangat baik.

Credit: richardparks.co.uk

Proyek ini masih berhasil mengumpulkan data untuk tujuan asli yaitu hubungan antara hipoksia dan penurunan kognitif plus merencanakan ekspedisi tindak lanjut di beberapa titik pegunungan Himalaya dan beberapa prosedur yang saat ini hanya bisa dilakukan di lab.

Implikasi hipoksia tidak hanya penurunan kognitif, tetapi juga langsung bagi calon pendaki. Parks memiliki respon kuat terhadap ketinggian bahwa pendaki bisa "over iklim" atau menempatkan diri dalam risiko dengan menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat tinggi dalam persiapan pendakian.

Kebijaksanaa umum bahwa melakukan aklimatisasi menyeluruh merupakan suatu keharusan bagi pendakian tanpa oksigen, tapi sulit untuk mengetahui seberapa luas masalah yang muncul. Banyak pendaki mengalami gejala tanpa menyadarinya.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment