Skip to main content

Manuver Final Wahana NASA Juno Memasuki Orbit Planet Jupiter

Tutorial Penelitian ~ Hari ini, 4 Juli, misi NASA Juno mendekati planet Jupiter. Sebuah pesawat ruang angkasa seukuran lapangan tenis meluncur ke Jupiter dengan kecepatan 30 km per detik.

Selama 4 hari berikutnya melesat lebih dari 60 km per detik sebagaimana tarikan gravitasi planet besar sebelum membanting mundur dan pergi ke orbit. Wahana Juno merobek sabuk radiasi yang mengelilingi raksasa gas dan akan diulang puluhan kali dalam 18 bulan ke depan.

Orbit miring memungkinkan Juno menganalisis setiap inci planet. Jupiter tidak hanya planet tertua karena bola gas raksasa adalah akumulasi semua planet lain dan bit sampah di dalam tata surya yang disatukan. Massa 300 kali Bumi menyimpan gravitasi kuat terus memegang semua material sebagai kapsul waktu awal tata surya.


Jupiter sebagian besar terbuat dari hidrogen dan helium sehingga lebih banyak kesamaan dengan Matahari dalam inferno nuklir bintang dibanding apa yang terkandung dalam planet-planet lain. Memahami asal-usul Jupiter membantu para ilmuwan lebih memahami bagaimana sistem tata surya berevolusi.

"Kami tidak bisa bersabar lagi ketika di depan pintu Jupiter," kata Diane Brown, eksekutif Program Juno di Markas NASA di Washington, DC, dalam konferensi pers.

Tapi Jupiter bukanlah planet mudah untuk diteliti. Selimut awan menyembunyikan interior dan dikelilingi sabuk radiasi paling berbahaya di tata surya menempatkan Juno di tempat dan waktu yang tepat untuk membedah jeroan planet dan mengukir prestasi besar-besaran.


Teleskop Galileo hingga Hubble telah memberi gambaran yang baik sabuk badai awan di permukaan Jupiter dan flyby sekilas pesawat ruang angkasa telah menambahkan rincian. Awan amonia dan hidrogen sulfida bahwa Great Red Spot adalah kecamuk badai seluas 2 kali diameter Bumi selama ratusan tahun.

Medan magnet Jupiter yang luar biasa hampir 20.000 kali lebih kuat dari Bumi. Dinamo perangkap partikel bermuatan elektron dan ion yang menghasilkan radiasi sabuk sengit di sekitar Jupiter menciptakan aurora yang sangat besar di kutub-kutubnya.

Misi Juno harus bisa mengungkap apa yang terjadi di bawah awan planet. Komposisi mungkin mengesampingkan beberapa teori evolusi planet dan Matahari menjadi lebih baik dimana para ilmuwan lebih dekat memahami bagaimana surya dan sistem planet terbentuk.


Pengukuran planet secara langsung bahkan di luar bayangan Jules Verne ketika probe terjun ke dalam atmosfer Jovian dalam misi Galileo pada tahun 1996. Tapi Juno tidak untuk misi bunuh diri. Misi terbaru melewati muka planet 37 kali pada jarak 4.700 km.

Instrumen kamera digital high-res, JunoCam, mengumpulkan data yang membangun gambaran jantung Jupiter dengan mengukur medan gravitasi, magnet dan komposisi atmosfer pada ketinggian 500 km atau lebih di atas permukaan planet untuk memperjelas pemahaman tentang penyebab aurora.


Statistik Vital Misi:

Jupiter
  • 11 kali diameter Bumi, 2,5 kali lebih berat dari semua planet lainnya digabungkan.
  • Rotasi dalam 10 jam sehingga hari-hari berlangsung pendek tapi butuh 12 tahun untuk mengorbit komplit Matahari.
  • Terbuat dari gas yang berputar-putar tapi mungkin memiliki core solid.
  • Memiliki 4 satelit besar dan lebih dari 60 satelit kecil.

Wahan Juno
  • Diroketkan Agustus 2011.
  • Bobot 3,6 ton.
  • Kabin utama 3,5 meter dengan 3 panel surya panjang 9 meter.
  • Dinding berlapis 1 cm titanium untuk melindungi interior dari radiasi.
  • Total jarak yang ditempuh untuk mencapai Jupiter 2,8 miliar km.

Manuver
  • Kecepatan tertinggi 58 km per detik.
  • Juno membakar 800 kg atau 35 persen bahan bakar selama 35 menit untuk meliuk ke orbit.
  • Sinyal memakan waktu 48 menit untuk mencapai Bumi.
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Statistik

Tutorial Laporan Penelitian - Skala adalah perbandingan antar kategori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Jenis-jenis skala pengukuran adalah nominal, ordinal, interval dan rasio.

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Tutorial Laporan Penelitian - Pada tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya,