Skip to main content

China Mensimulasi Yuegong-1 Untuk Pemukiman di Bulan

Tutorial Penelitian ~ China menguji 'Istana Lunar' sebagai persaipan misi pemukiman di bulan. Empat mahasiswa pascasarjana Beihang University di Beijing memasuki kabin Yuegong-1 seluas 160 meter persegi untuk tinggal selama 200 hari yang dikondisikan seperti di lingkungan Lunar.

Tutorial Penelitian China Mensimulasi Yuegong-1 Untuk Pemukiman di Bulan

Para ilmuwan di China membawa empat mahasiswa pascasarjana Beihang University di bidang astronutika yang berpartisipasi untuk tinggal di laboratorium yang mensimulasikan lingkungan Lunar hingga 200 hari sebagai persiapan jangka panjangnya menempatkan manusia di bulan.

Kabin seluas 160 meter persegi atau 1.720 kaki persegi dijuluki Yuegong-1 atau Istana Lunar. Kantor berita resmi Xinhua melaporkan pada rabu 10 Mei 2017 bahwa relawan akan tinggal di laboratorium tertutup untuk mensimulasikan misi ruang mandiri tanpa dukungan dari dunia luar.

Limbah manusia akan diolah dengan proses bio-fermentasi, sementara tanaman dan sayuran sebagai makanan eksperimental ditanam menggunakan produk limbah sampingan. Kabin didesain menggunakan teknologi pendukung kehidupan tertutup paling maju di dunia sejauh ini.

China National Space Administration (CNSA) tidak berharap untuk mendaratkan astronot pertamanya di bulan setidaknya dalam satu dekade kemudian, tapi proyek ini merupakan upaya jangka panjang untuk mempersiapkan penjelajah ke bulan untuk tinggal lebih lama di permukaan.

Istana Lunar dilengkapi dua modul untuk taman hidup. Ruangan seluas 42 meter persegi berisi empat bilik tidur, ruang rekreasi, kamar mandi, ruang perawatan limbah dan sebuah ruangan untuk memelihara hewan. Fasilitas melibatkan manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme.

Laporanpenelitian.com China Mensimulasi Yuegong-1 Untuk Pemukiman di Bulan

Masing-masing relawan memiliki tanggung jawab atas penanganan limbah padat, air kencing, bercocok tanam, mengolah gandum, pemantauan kesehatan dan lain-lain. Istana Lunar dibangun menggunakan material bioregeneratif ketiga di dunia dan pertama bagi China.

China menggangarkan miliaran dolar untuk program luar angkasa yang dijalankan militer dan berusaha mengejar ketinggalan dari Amerika Serikat dan Eropa dengan harapan dapat memiliki pos terdepan pada tahun 2022, meskipun sejauh ini China banyak mereplikasi misi Amerika Serikat dan Uni Soviet yang dirintis dekade lalu.

Comments