Skip to main content

Apa Validitas dan Reliabilitas Itu?

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Setelah peneliti menyelesaikan variabel penelitian dan disusul dengan definisi operasional kemudian instrumen pengukuran yaitu kuesioner, maka langkah selanjutnya menguji validitas dan reliabilitas.

Untuk setiap dimensi atau aspek atau indikator dalam set pertanyaan spesifik harus memenuhi 2 prinsip utama setiap pengukuran atau pengamatan disebut ketepatan dan konsistensi atau validitas dan reliabilitas untuk menjawab pertanyaan:
  1. Apakah kita mengukur apa yang ingin kita ukur?
  2. Apakah proses pengukuran yang sama menghasilkan hasil yang sama?

VALIDITAS

Validitas adalah ketepatan alat ukur ketika mengukur yang diukur. Validitas mengacu pada seberapa baik tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Ada banyak jenis validitas dan beberapa diantaranya adalah:
  1. Validitas Tampak (Face Validity)

    Validitas tampak adalah sejauhmana penentuan validitas tersebut berdasarkan apa yang nampak. Ini adalah penilaian yang sangat minimal karena melihat dari bungkusnya.

    Contoh: Seseorang mengaku polisi. Kita melihat orang tersebut memakai baju seragam polisi, maka dari jenis validitas tampak bahwa pengakuan orang tersebut valid.

  2. Validitas Konstruk (Construct Validity)

    Validitas konstruk untuk memastikan bahwa alat ukur benar-benar mengukur apa yang dimaksud yaitu konstruk dan bukan variabel lain.

    Contoh: Guru matematika menggunakan soal cerita dengan pertanyaan berisi kata-kata dan frase rumit. Alih-alih tes mengungkap kemampuan matematika siswa, tetapi malah kemampuan bahasa.

  3. Validitas Kriteria (Criterion-Related Validity)

    Validitas kriteria adalah validitas yang dilihat dari daya prediksi. Validitas jenis ini digunakan untuk memprediksi kinerja masa depan berdasarkan hasil korelasi dengan kriteria lain.

    Contoh: Berdasarkan statistik nilai rapor SMA berkorelasi tinggi dengan nilai IPK mahasiswa. Dengan demikian nilai rapor SMA jadi alat ukur yang tepat, siswa SMA yang memiliki nilai rapor bagus pasti juga memiliki IPK bagus.

  4. Validitas Isi (Content Validity)

    Validitas isi menyangkut sejauhmana suatu pengukuran mewakili semua domain aspek dari sebuah konsep yang harus diukur.

    Contoh: Indikator depresi yaitu hilang nafsu makan, merasa kelelahan dan berniat bunuh diri. Tes depresi yang tidak mampu mengukur ketiga aspek tersebut sekaligus maka tes tersebut memiliki validitas rendah.

RELIABILITAS

Reliabilitas adalah stabilitas dan konsistensi hasil pengukuran berulang dari waktu ke waktu. Reliabilitas sering disebut dengan "daya ke-ajeg-an" dan kehandalan. Jenis-jenis reliabiltas diantaranya yaitu:
  1. Reliabiltas Tes Berulang (Test-retest reliability)

    Reliabiltas tes berulang adalah ukuran reliabilitas yang diperoleh dengan pemberian dua kali tes yang sama selama periode waktu tertentu untuk sekelompok individu.

    Contoh: Sebuah tes bahasa diberikan kepada siswa. Satu bulan kemudian tes yang sama diberikan pada siswa yang sama. Jika skor keduanya menghasilkan koefisien korelasi tinggi maka tes tersebut memiliki reliabilitas tinggi.

  2. Reliabilitas Antar Penilai (Inter-rater atau Inter-observer Reliability)

    Reliabilitas antar penilai adalah ukuran reliabilitas berdasarkan konsistensi penilaian dua responden berbeda terhadap suatu konstruk, karena belum tentu pengamat manusia menafsirkan jawaban dengan cara yang sama.

    Contoh: Peneliti meminta tanggapan dua hakim berbeda untuk memutuskan kasus yang sama. Jika kedua hakim memberi tanggapan yang seragam maka instrumen dinyatakan reliabel.

  3. Reliabilitas Konsistensi Internal (Internal consistency reliability)

    Reliabilitas konsistensi internal adalah ukuran reliabilitas berdasarkan evaluasi item-ietm tes terhadap konstruk yang sama. Ada dua jenis untuk reliabilitas ini yaitu:
    • Rata-rata Korelasi Antar Item (Average inter-item correlation)

      Rata-rata korelasi antar item diperoleh dengan mengambil semua item pada tes dan akhirnya menggunakan rata-rata semua koefisien korelasi tersebut.

      Dengan kata lain instrumen dibelah sebanyak jumlah item kemudian hasil koefisien korelasi digabung untuk mendapatkan rata-rata. Teknik ini populer dengan Alpha Cronbach.

    • Reliabilitas Belah Setengah (Split-half reliability)
      Reliabilitas belah setengah adalah teknik dengan membelah item tes menjadi dua bagian untuk membentuk dua set item, kemudian skor total masing-masing set item dikorelasikan. Jika koefisien korelasi tinggi maka reliabilitas tinggi.
VALIDITAS VS RELIABILITAS

Comments

  1. terimakasih sekaliiiii !!!! artikel yang bagus

    ReplyDelete
  2. sumber nya yang jelas dong min. butuh untuk skripsi.

    ReplyDelete
  3. Mau tanya, mengapa test retest harus 10 orang ? adakah yang bisa menjawab dengan dibuktikan referensinya ?

    ReplyDelete

Post a Comment