Skip to main content

Desain Penelitian Medis : Studi Eksperimental Random dan Nonrandom

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Penelitian secara random atau acak dianggap lambang dari semua desain penelitian medis termasuk juga desain eksperimental karena memberi bukti kuat dampak suatu intervensi.

Berdasarkan penarikan sampel penelitian, desain penelitian eksperimental memiliki dua karakteristik berbeda yaitu random dan nonrandom. Tutorial ini membahas pemahaman mengenai keduanya.

1. Desain Eksperimental Random

Salah satu percobaan acak klasik adalah Steering Committee of the Physicians Health Study Research Group (1989) yang meneliti peran aspirin dosis rendah dalam mengurangi angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Partisipan dalam uji klinis ini melibatkan lebih dari 22.000 dokter yang secara acak ditugaskan menerima aspirin atau plasebo dan mengikuti selama periode rata-rata 60 bulan.

Tim peneliti menemukan lebih sedikit dokter pada kelompok aspirin menunjukkan myocardial infarction selama studi daripada dokter pada kelompok yang menerima plasebo.

Contoh acak lainnya adalah Borghi et al (2002) dengan perlakuan diet rendah kalsium pada eksperimen dan diet normal pada kelompok kontrol untuk mencegah pembentukan batu ginjal berulang.


2. Desain Eksperimental Nonrandom

Subyek tidak selalu random dan studi yang tidak menggunakan acak umumnya disebut nonrandomized trials atau uji klinis biasa atau sebagai studi banding dengan tidak menyebutnya random.

Banyak peneliti percaya penelitian random menyebabkan begitu banyak sumber bias. Kontrol secara acak dianggap memiliki kelemahan karena tidak melakukan upaya untuk mencegah bias dalam perlakuan pasien.

Contoh klasik studi nonrandomized adalah Harper (1997) yang menggunakan blok paraservikal untuk mengurangi kram dan rasa sakit terkait cryosurgery untuk neoplasia serviks.

Harper (1997) memilih 40 perempuan pertama yang memenuhi kriteria inklusi pada kelompok tanpa blok anestesi sebelum cryosurgery dan 45 perempuan berikutnya pada kelompok penerima blok paraservikal.

Sekian dulu tutorial kali ini. Anda dapat terus memantau bahasan penelitian medis lainnya di jenis-jenis desain penelitian medis. Jangan lewatkan sedikit pun. Selamat meneliti!

Saran Bacaan :

Steering Committee of the Physicians' Health Study Research Group (1989). Final Report on the Aspirin Component of the Ongoing Physicians' Health Study. The New England Journal of Medicine, 321:129-135, DOI:10.1056/NEJM198907203210301

Loris Borghi et al (2002). Comparison of Two Diets for the Prevention of Recurrent Stones in Idiopathic Hypercalciuria. The New England Journal of Medicine, 346:77-84, DOI:10.1056/NEJMoa010369

Harper DM (1997). Paracervical block diminishes cramping associated with cryosurgery. The Journal of Family Practice, 1997;44:71-75, PMID: 9010373

Comments