Skip to main content

Kegagalan Roket SpaceX Ancam Industri Ruang Angkasa Komersial

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Kegagalan roket SpaceX mengancam penerbangan ruang angkasa komersial. Kecelakaan roket tak berawak pekan lalu datang pada waktu yang buruk bagi NASA dan Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tahun ini adalah tahun sulit bagi aktivitas ilmiah di orbit dekat Bumi. Roket tak berawak Falcon 9 milik SpaceX, perusahaan jasa cargo yang pertama kali dicarter ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), meledak.

Oktober tahun lalu roket Antares milik Orbital ATK jatuh dan terbakar beberapa detik setelah lepas landas. Kemudian bulan April cargo Progress 59 dari Rusia kehilangan kendali tak lama setelah meluncur.

Antares dan Progress 59 membawa makanan dan peralatan ilmiah ke stasiun ruang angkasa. Ketiga kecelakaan mengulang mantra setiap insiden bahwa teknologi roket sulit diprediksi dan kegagalan tidak dapat dihindari.

Ruam kecelakaan memunculkan banyak kekhawatiran terutama pendanaan NASA yang berpijak di Kongres AS yang akhir-akhir ini pelit mengalokasikan dana bagi kemitraan NASA dengan perusahaan komersial seperti SpaceX.


Praktis NASA dan ISS hanya mengandalkan jasa kargo H-II Transfer Vehicle (HTV) dari Jepang yang dijadwalkan mengirim muatan berikutnya pada bulan Agustus, meskipun Rusia membuat upaya lain dengan roket Progress 60.

Saat ini NASA tidak memiliki kendaraan yang mampu terbang ke ISS setelah pesawat ulang-alik pensiun. Kecelakaan juga membayangi rencana NASA membawa astronot hingga tahun 2017 dan ketergantungan pada Rusia.

Roket Falcon 9 dan kapsul Dragon yang gagal pekan lalu menjadi ancaman penting rencana SpaceX memenuhi kontrak US$2,6 miliar di bawah NASA Commercial Crew Program.

Veteran industri ruang Boeing juga memiliki kesepakatan terpisah sebesar US$4,2 miliar untuk mengangkut astronot, tetapi perusahaan ini jauh tertinggal di belakang SpaceX dalam persaingan komersial.

Dukungan publik untuk industri ruang angkasa swasta juga mendapat pukulan Oktober tahun lalu ketika taxi wisata suborbital SpaceShipTwo milik Virgin Galactic jatuh selama uji coba dan menewaskan salah satu pilot.

Comments