Skip to main content

Proyek Biorepositori Tanaman Beku Smithsonian Institution

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Smithsonian menyiapkan biorepositori tanaman beku, sebuah herbarium beku katalog keanekaragaman hayati dan fasilitas genom.

Smithsonian Institution (SI) mengumumkan sebuah proyek sebagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati dengan merangkai koleksi besar sayuran beku.

Pada tanggal 8 Juli Washington DC., Smithsonian National Museum of Natural History (NMNH) meluncurkan inisiatif mengumpulkan dan membekukan jaringan tanaman paling tidak setengah keluarga dunia flora.

Mereka mengatakan repositori menyediakan sampel bagi para ilmuwan dalam mempelajari genomika dan keanekaragaman hayati mencakup semua keluarga tanaman dan setengah dari semua genus dalam waktu 2 tahun.

"Ini seperti herbarium untuk abad 21," kata Jonathan Coddington, direktur Global Genome Initiative (GGI) dalam sebuah pernyataan.

Pada September nanti proyek diharapkan sudah memiliki sekitar 800 sampel tanaman mewakili 250 keluarga yang dilakukan di US Botanic Garden, US National Arboretum dan Smithsonian Gardens.

Para peneliti membawa tabung plastik kecil yang diisi tanaman dengan termos nitrogen cair. Sampel beku menghasilkan data genetik berkualitas tinggi dari jaringan tanaman.

Credit: Donald E. Hurlbert/Smithsonian

Sampel dapat digunakan untuk mengungkap hubungan taksonomi, sejarah evolusi bahkan mengidentifikasi kemungkinan spesies baru yang dibedakan dari kerabat dekat hanya dengan DNA.

Tidak seperti hewan dan jamur, sebagian besar flora saat ini lebih dari 400.000 spesies dan diperkirakan baru sekitar 30-40% dibudidayakan di kebun raya, sehingga perakitan koleksi sampel beku adalah proyek layak.

Para peneliti telah mengkoleksi informasi gen tanaman menjadi sebuah database dan berbagai proyek kriopreservasi di seluruh dunia. Bank beku benih sudah dijalankan oleh pemerintah Israel dan Departemen Pertanian AS.

Perusahaan swasta juga berusaha untuk memulai membangun jaringan mereka sendiri untuk koleksi tanaman. Tetapi tidak ada gambaran lengkap kepemilikan. Aksesibilitas biorepositori adalah masalah besar.

GGI berharap kemitraan kelembagaan dapat membantu memperluas lingkup proyek di seluruh dunia. tetapi tidak jelas apakah ada minat untuk mengambil peran dalam proyek-proyek seperti ini.

Comments