Skip to main content

Organ-on-a-Chip Babak Baru Industri Farmasi

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Organ-on-a-chip adalah chip multi kultur sel dengan mikrofluida 3-D yang mensimulasikan aktivitas, mekanik dan respon fisiologis seluruh sistem organ.

Hari ini organ-on-a-chip semakin umum, perusahaan farmasi memasukkan obat ke dalam sistem in vitro untuk mengetahui dampak ketika menguji obat.

Meskipun tujuan ideal masih jauh, babak baru mulai datang dimana semakin banyak perusahaan bioteknologi dan farmasi besar mulai menggunakan sistem vitro dalam mendesain obat.

Perkembangan sangat cepat. Mimetas, perusahaan bioteknologi di Leiden, Belanda, saat ini bekerja dengan konsorsium terdiri 3 perusahaan farmasi besar yang sedang menguji obat menggunakan kidney-on-a-chip.

Di event Organ-on-a-Chip World Congress di Boston, Massachusetts, pekan lalu Mimetas adalah salah satu di antara banyak perusahaan bioteknologi serta para peneliti memamerkan kemajuan terbaru.

Teknologi organ miniatur dapat merespon obat dan penyakit dengan cara yang sama dilakukan selayaknya organ tubuh manusia seperti jantung, liver atau paru-paru asli.

Johnson & Johnson di New Jersey, bulan lalu menggumumkan bahwa mereka akan menggunakan thrombosis-on-chip produk Emulate, perusahaan biotek di Massachusetts, untuk menguji pembekuan darah.


Para penggagas organ-on-chip mengatakan model ini lebih realistis daripada sel tumbuh dalam lapisan datar di cawan petri dan juga lebih berguna daripada model hewan ketika uji klinis.

Sebuah lung-on-a-chip, misalnya, mungkin terdiri dari lapisan sel media seperti darah di satu sisi dan udara di sisi lain yang terhubung ke sebuah mesin dan mengkompresi jaringan untuk meniru pernapasan.

Sementara itu beberapa perusahaan juga sedang mengembangkan chip untuk meniru organ yang sakit sehingga dapat untuk menguji apakah obat dapat memberikan kesembuhan selayaknya pada manusia sakit.

Penggunaan organ in vitro dapat membantu untuk menghilangkan atau memperpendek tahapan terciptanya obat. Chip juga bisa membantu perusahaan farmasi menentukan dosis obat yang efektif dan aman.

Jika regulator menerima data tersebut, metode organ vitro pada akhirnya memungkinkan perusahaan bisa melewatkan tahapan uji klinis yang menguji berbagai dosis obat pada pasien.

Sementara para peneliti di laboratorium juga ingin menggunakan organ-on-a-chip untuk mengurangi kesenjangan data antara model hewan dan manusia. Perbandingan ini berguna ketika memprediksi dampak tumor.

Comments