Skip to main content

Mosaik Garis Merah di Permukaan Bulan Tethys

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Wahana Cassini memotret citra baru bulan Saturnus, Tethys, pada tanggal 9 Mei 2015 dari jarak 186.000 mil (300.000 kilometer).

Kawah Odysseus dengan lebar 280 mil (450 km) di Tethys menonjol cerah dari sisa penerangan bulan sabit seperti yang terlihat oleh wahana Cassini milik NASA dan ESA.

Tethys bulan kelima terbesar Saturnus ditemukan tahun 1684 oleh astronom Italia Giovanni Domenico Cassini. Tethys adalah bulan dingin dengan diameter 662 mil (1.066 km) dan permukaan tubuh berhias luka parah bekas dampak.

Kawah dampak besar Odysseus, nama seorang prajurit Yunani dalam karya Homer, mendominasi belahan barat yang mencakup sekitar seperlima dari total luas permukaan Tethys.

Credit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Ukuran kawah Odysse setara dengan luas benua Afrika di Bumi. Gambar baru yang dikirim Cassini menonjol warna cerah yang menerangi es. Warna berbeda mungkin akibat perbedaan komposisi atau struktur medan kawah.

Temuan baru mengejutkan adalah mosaik yang menunjuk berbagai fitur termasuk coretan misterius garis tipis berwarna merah di permukaan. Para ilmuwan tidak tahu bagaimana ssal-usul fitur dan warna kemerahan ini.

"Garis merah benar-benar muncul ketika kita melihat data baru. Ini mengejutkan seberapa luas fitur ini," kata Paul Schenk, tim peneliti misi Cassini dari Lunar and Planetary Institute di Houston.

Credit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Satu penjelasan hipotetik bahwa materi kemerahan adalah es yang terkontaminasi kimia atau hasil dari gasifikasi dari bawah permukaan es. Mungkin juga terkait dengan retakan permukaan.

"Garis merah harus akibat aktivitas geologi muda, tapi kita tidak tahu berapa umurnya," kata Paul Helfenstein, tim percitraan misi Cassini dari Cornell University di Ithaca, NY.

"Jika kualitas noda hanya tipis atau hanya paparan lingkungan ruang di permukaan Tethys pasti cepat terhapus pada skala waktu relatif singkat," kata Helfenstein.

Comments