Skip to main content

Repository Penelitian

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Repositori (Repository) adalah kumpulan database open access publikasi penelitian ilmiah dalam bentuk digital berupa file doc, image, video dan lain-lain.

Repositori penelitian mengumpulkan, menyimpan dan menyebarkan publikasi secara bebas termasuk preprint, pre peer-review, peer-review, paper dan mukadimah dari para peneliti.

Pada awalnya publikasi ilmiah melibatkan dokumen cetak, namun teknologi komputer merevolusi sistem penerbitan. Proses formal mengirimkan naskah ke jurnal berubah menjadi file menggunakan CD.

Munculnya internet mengubah cara para peneliti dengan mengupload sendiri naskah ke situs ftp dan kemudian berbagai situs web. Tapi sumber tersebut terfragmentasi.

Tidak ada gudang tunggal bagi para peneliti menyampaikan naskah, tidak ada satu tempat untuk mencari hasil penelitian dan tidak ada jaminan bahwa informasi diarsipkan pada akhir proyek penelitian.

Hal ini berubah setelah muncul ide menyatukan semua ke dalam satu almari. Gudang ini tersedia untuk semua orang tanpa biaya. Para peneliti bisa mengirimkan naskah dan berlangganan untuk mendapatkan notifikasi.

Dengan demikian repositori secara umum dapat disebut sebagai layanan yang menawarkan kepada masyarakat dalam pengelolaan dan penyebaran materi digital yang dibuat oleh lembaga atau anggota masyarakat.

Credit: University of Canterbury

Pada banyak kasus repositori menjembatani antara peneliti dan penerbit jurnal. Selain itu juga membuka ruang publik untuk meninjau hasil sebuah penelitian di mana peneliti bisa mendapat umpan balik dari pembaca.

Material dalam repositori berupa monograf, eprints dari jurnal akademis baik preprint dan proses peer review serta tesis dan disertasi. Tapi mungkin juga dokumen administrasi, catatan, objek belajar atau prosiding.

Banyak paket software open source untuk menjalankan repositori seperti DSpace, ePrints, Fedora, Invenio, Opus, SobekCM dan Greenstone. Ada pula layanan hosting yaitu Digital Commons dari Berkeley Electronic Press dan SimpleDL.

Hari ini hampir semua perguruan tinggi, lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian baik milik pemerintah maupun swasta memiliki repositori yang disebut dengan Institutional Repository.

Tetapi banyak pula lembaga swasta nonprofit yang khusus menyediakan layanan repositori seperti arXiv.org, bioRxiv.org, Social Science Research Network (SSRN) dan lain-lain.

Begitu banyak layanan repositori dan Anda mungkin membuang-buang waktu tidak efesien. Tetapi ini dapat teratasi dengan mudah yaitu melakukan penelusuran naskah di Jurnal Penelitian.

Berikut adalah daftar ranking 10 repositori top tahun 2015 versi Webometrics:
  1. Arxiv.org
  2. Social Science Research Network
  3. Europe PubMed Central
  4. Smithsonian/NASA Astrophysics Data System
  5. Research Papers in Economics
  6. CiteSeerX
  7. NASA Technical Reports Server
  8. CERN Document Server
  9. Universidade de São Paulo Biblioteca Digital de Teses e Dissertações
  10. University of California eScholarship Repository

Comments