Skip to main content

Statistikawan Merilis Peringatan Masalah Penyalahgunaan Nilai P

Dapatkan update langusng: Berlangganan via email
Tutorial Penelitian ~ Statistikawan memperingatkan masalah atas penyalahgunaan P value. American Statistical Association (ASA) memperingatkan pengambil kebijakan signifikansi.

Para ahli mengeluarkan peringatan tentang nilai P bahwa kesalahpahaman ilmu statistik bisa merusak kepercayaan masyarakat atas hasil penelitian. Sebuah pernyataan bertujuan untuk menghentikan salah langkah dalam upaya mencari kepastian.

Asosiasi Statistikawan Amerika (ASA) memperingatkan atas penyalahgunaan nilai P yaitu tes umum untuk menilai kekuatan bukti ilmiah dan kontribusi temuan hasil penelitian yang tidak bisa direproduksi.

Para anggota ASA mengambil langkah yang tidak biasa mengeluarkan rilis terkait prinsip-prinsip untuk memandu penggunaan nilai P yang dikatakan tidak dapat menentukan apakah hipotesis benar atau apakah hasil memiliki implikasi penting.

Pertama kalinya ASA yang berumur 177 tahun membuat rekomendasi eksplisit pada masalah mendasar dalam statistik yang semakin mengkhawatirkan bahwa nilai P sering disalahgunakan yang pada akhirnya merugikan statistik secara umum.

Dalam pernyataannya tersebut ASA menyarankan kepada semua peneliti untuk menghindari menarik kesimpulan uji hipotesis atau membuat keputusan kebijakan berdasarkan hanya melihat nilai-nilai P saja.

Peneliti harus menjelaskan tidak hanya data analisis yang menghasilkan signifikan secara statistik, tetapi juga semua uji statistik dan pilihan yang dibuat dalam perhitungan karena hasil yang tampak kuat mungkin palsu belaka.

Baru-baru ini sebuah temuan menunjukkan kesalahan statistik masif hasil penelitian psikologi bahwa setengah hasil penelitian mengandung kesalahan dan setidaknya 1 dari 8 kesalahan statistik mengandung kesalahan besar yang licik untuk mempengaruhi kesimpulan.


Pernyataan ASA menitikberatkan kekhawatiran lama atas kepercayaan yang tidak semestinya pada nilai P. Sangat penting bagi para profesional ketika melakukan interprestasi statistik menyertakan perspektif lain di luar bidang mereka.

Nilai P biasanya digunakan untuk menguji dengan menerima dan menolak hipotesis nol yang umumnya menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antar kelompok atau bahwa tidak ada korelasi antar variabel.

Semakin kecil nilai P maka semakin kecil kemungkinan set data pengamatan terjadi hanya secara kebetulan belaka sebagaimana diasumsikan hipotesis nol (H0). Nilai P = 0,05 atau kurang umumnya diartikan bahwa temuan signifikan secara statistik.

Tapi ASA menyatakan bahwa interprestasi atas nilai tersebut belum tentu benar seluruhnya. Nilai P = 0,05 tidak berarti ada kesempatan 95% bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang diusulkan benar.

Sebaliknya, nilai menandakan jika hipotesis nol benar dan semua asumsi lainnya adalah sah menunjukkan bahwa 5% adalah kemungkinan batas minimal 5% ekstrim pengamatan. Selain itu nilai P bukan petunjuk penting atau tidaknya sebuah temuan.

Kesalahpahaman tentang informasi nilai P sering muncul dalam buku teks dan manual praktek dan koreksi saja sudah terlalu terlambat. Jika hal itu dilakukan 20 puluh tahun lalu, maka banyak prosedur penelitian menjadi lebih baik dari hari ini.

Kritik terhadap nilai P bukan hal yang baru. Pada tahun 2011 para peneliti mencoba meningkatkan kesadaran karena banyak analisis palsu agar hasil penelitian bisa mencapai signifikan positif secara statistik.

Comments