Skip to main content

Indonesia Membentuk Konsorsium Riset Samudera

Indonesia akan membentuk Konsorsium Riset Samudera. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan lebih dari 11 lembaga pemerintah dan universitas akan membentuk sebuah konsorsium riset samudera yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja penelitian di Samudera Hindia.

Laporan Penelitian Indonesia Membentuk Konsorsium Riset Samudera

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Zainal Arifin, pada hari Minggu mengatakan tujuan utama pembentukan konsorsium tersebut adalah membuat skema besar agar program dan infrastruktur riset bekerja secara sinergis, efektif, dan efisien. Konsorsium memungkinkan semua perguruan tinggi dan lembaga riset bekerja bersama-sama.

Konsorsium juga akan membahas tentang pendanaan diamana sejumlah pemangku kepentingan, misalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia dan Kementerian Koordinator Maritim Indonesia turut untuk menyediakan pendanaan untuk program riset, khususnya di bidang kelautan.

"Konsorsium Riset Samudera akan mengundang Bappenas, Kemenristekdikti, BPPT, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Sriwijaya (Unsri)," kata Arifin seperti dikuti dari Antara.

Saat ini pendanaan program riset di Indonesia, khususnya di bidang kelautan masih sulit dan terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan para peneliti adalah berkolaborasi dengan peneliti internasional. Penelitian tahun lalu menemukan sungai bawah laut di kedalaman 3.500-4.800 meter dan gunung di arah barat laut-tenggara samudera.

"Ekspedisi MIRAGE (Marine Investigation of the Rupture Anatomy of the 2012 Great Earthquake) adalah salah satu strategi kami memanfaatkan jaringan peneliti antarbangsa untuk menyelidiki bencana gempa di Samudera Hindia. Kami harus berkolaborasi karena biaya untuk ekspedisi ini sangat besar," kata Arifin.

Comments