Skip to main content

Optimisme Xenotransplantasi Organ Babi Untuk Manusia

Para ilmuwan terus mengupayakan transplantasi organ babi ke manusia untuk memenuhi permintaan organ. U.S. Food and Drug Administration (FDA) sedang melakukan review proposal dari para peneliti untuk uji klinis xenotransplantasi organ babi ke manusia, meskipun para dokter di China telah lama menggunakan kornea babi untuk manusia

Laporan Penelitian Optimisme Xenotransplantasi Organ Babi Untuk Manusia

Di Amerika Serikat saja sekitar 100.000 orang dalam daftar antri untuk mendapatkan donor ginjal dan banyak di antaranya sudah bertahun-tahun menunggu. Kelangkaan organ telah menaruh harapan bagi xenotransplantasi dari babi yang memiliki anatomi serupa dengan manusia.

Puluhan tahun upaya ilmiah untuk uji coba klinis xenotransplantasi telah mencapai ambang terbaru. Sekarang, beberapa tim merasa senang dengan hasil eksperimen pada monyet baru-baru ini, beberapa peneliti di International Xenotransplantation Association (IXA) Congress di Baltimore, 20-23 September 2017.

Para ilmuwan mendiskusikan kemajuan dengan pejabat FDA yang akan meninjau aplikasi untuk uji klinis. Para peneliti berfokus pada transplantasi ginjal dan jantung yang berhasil meredam, meski tidak menghilangkan, respons kekebalan cangkok organ babi biasanya terjadi pada monyet.

Awal tahun ini tim Emory University di Atlanta mengumumkan ginjal dari babi rekayasa genetika mampu bertahan pada rhesus selama lebih dari 400 hari atau memecahkan rekor sebelumnya 250 hari, sedangkan tim dipimpin Bruno Reichart di University of Munich mengumumkan transplantasi jantung bertahan pada babon dalam 90 hari.

Jatung babi sebenarnya masih "dalam kondisi sangat baik" tapi dihentikan mengingat izin desain uji klinis transplantasi organ di Jerman adalah 3 bulan. Tim Brenner sekarang berencana untuk mengulang hasil pada lebih banyak babon dan berharap bisa memulai uji klinis dalam 2 atau 3 tahun.

Ini adalah hewan pertama sebagai tonggak sejarah bagi International Society of Heart and Lung Transplantation. Sebuah bidang kedokteran yang telah mengalami masa sulit yang berlarut-larut selama hapir 20 tahun. Di awal tahun 1990an, perjuangan untuk mengatasi respon imun dan transfer virus.

Pada tahun 2015, Luhan Yang, pendiri eGenesis Inc. di Cambridge, menggunakan gunting molekuler CRISPR-Cas9 untuk menghapus virus endogen di DNA babi agar siap dipanen menjadi organ donor bagi manusia. Pada bulan lalu, Yang dan tim juga melakukan pembersihan yang tersisa menggunakan teknik yang sama.

Para ilmuwan juga menggunakan CRISPR-Cas9 untuk menghilangkan gula yang menimbulkan kekebalan dari permukaan sel babi dan mengenalkan gen manusia untuk mencegah penggumpalan darah. Tim dipimpin David Cooper dari University of Alabama telah mengajukan proposal untuk memulai uji klinis pada tahun 2018.

Mekanisme penolakan kekebalan dan bagaimana pengeditan terbaik pada babi menjadi perdebatan utama dalam pertemuan IXA tahun ini. Organ lainnya menimbulkan tantangan yang lebih besar adalah paru-paru yang telah terbukti sangat sensitif peradangan dan hewan eksperimental hanya bertahan beberapa hari.

Selain itu setiap transplantasi organ utuh membutuhkan koktail obat imunosupresan yang membuat pasien rentan infeksi. CEO United Therapeutics Corporation, Martine Rothblatt, mengatakan perusahaan telah berinvestasi besar dalam penelitian xenotransplantasi yang berfokus pada penyakit paru-paru.

Comments