Sosial Media Coenocyte.com Untuk Interaksi Saintis Indonesia

Coenocyte menghadirkan ruang untuk berinteraksi bagi para saintis dan teknolog Indonesia. Pertama kali di Indonesia dan hanya segelintir langka di dunia, platform media sosial yang diperuntukkan bagi para saintis dan pecinta ilmu pengetahuan untuk menjalin hubungan satu sama lain.

Media sosial adalah bagian kehidupan dengan pengaruh besar. Hampir semua orang menggunakannya dan sebagian besar berisikan postingan pribadi penggunanya. Mungkin fenomena tersebut menjadikan saintis enggan aktif di media sosial karena dianggap tidak penting dan membuang waktu berharga.

Tutorial Penelitian Sosial Media Coenocyte.com Untuk Interaksi Saintis Indonesia

Terlepas dari hal tersebut, hal penting bagi seorang saintis untuk saling terhubung dengan saintis lain guna mendapatkan input atas penelitian yang dilakukan. Mungkin ber-media sosial bagi mereka yang lahir di era 70-an adalah hal tidak wajar, namun saintis terus beregenerasi dengan munculnya bakat-bakat muda.

"Saintis muda Indonesia telah ber-interaksi dengan media sosial. Namun media sosial yang digunakan tidak seutuhnya dirancang untuk seorang saintis. Semua postingan ilmiah dan pribadi tercampur sehingga kurang efektif untuk digunakan," kata M. Rahman, pendiri dan CEO Coenocyte.

"Tetapi faktanya di era milenial ini masih banyak saintis muda di Indonesia tidak terhubung dengan saintis lain, padahal koneksi antar mereka juga tergolong hal penting dan sangat mudah dilakukan dengan internet," kata Rahman.

"Melihat lebih luas dalam cakupan internasional sebenarnya telah ada “media sosial” dirancang khusus untuk saintis seperti Academia.edu, Mendeley dan ResearchGate. Namun untuk Indonesia tetap saja masih kurang “sosial” jika digunakan untuk bercengkrama hangat," tambah Rahman.

Bagaimanapun saintis adalah manusia biasa yang memerlukan obrolan ringan untuk melepas ketegangan aktivitas dalam penelitian. Platform Coenocyte didirikan pada 25 November 2017 di Jambi dan telah memiliki 115 saintis dimana target enam bulan ke depan adalah mengajak 500 saintis untuk bergabung.

Tu.LaporanPenelitian.com Sosial Media Coenocyte.com Untuk Interaksi Saintis Indonesia

"Banyak saintis muda Indonesia berbakat, bahkan merebut medali emas Olimpiade Sains Internasional, tetapi gaung keberhasilan menguap dan hilang. Jika saling terhubung melalui Coenocyte diharapkan memunculkan ide-ide baru dan produk-produk inovatif," kata Rahman.

Rahman adalah mantan mahasiswa fisika di UIN STS Jambi Angkatan Tahun 2010. Bangkit dari latar belakang tersebut Coenocyte diluncurkan sebagai Media Sosial Saintis non-profit dimana saintis muda di Indonesia membangun obrolan ringan namun tetap berbobot pada profesi ilmiah.

"Platform ini harus berkembang. Untuk biaya operasional saat ini menggunakan bootstraping tetapi kami selalu terbuka kepada siapa pun untuk turut berperan," kata Rahman.

Informasi lebih lanjut kunjungi www.coenocyte.com

Comments