Megawati Mengusulkan Anggaran Riset 5 Persen dari APBN

Megawati Soekarnoputri mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan anggaran riset pada kisaran 5 persen dari APBN. Pertama kali seorang elit politik Indonesia menaruh perhatian secara kongkrit tentang besaran anggaran riset dalam kebijakan negara.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam pidato pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI Perjuangan pada hari Sabtu untuk menekankan perlunya perencanaan pembangunan nasional yang berbasis kepada hasil riset ilmiah.

Tutorial Penelitian Megawati Mengusulkan Anggaran Riset 5 Persen dari APBN

Pertama kali seorang elit politik di Indonesia menyampaikan agenda politik secara resmi dalam kebijakan partai untuk menekan pemerintah agar memfokuskan pembangunan pada riset ilmiah. Anggaran riset yang disediakan negara selama ini besarnya tak lebih dari 1 persen dari APBN.

Perempuan yang dijuluki "Wanita Besi" itu mengatakan di hadapan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden RI Ketiga BJ Habibie, dan para menteri di Kabinet Kerja bahwa parlemen harus memperjuangkan visi pembangunan negara pada riset dan teknologi.

"Sebagai ketua umum partai politik, saya sudah instruksikan anggota di Parlemen untuk memperjuangkan. Patokan saya tinggi, 5 persen. Di Amerika Serikat ada Silicon Valley. Saya pikir kita harus memiliki di sini," kata Megawati seperti dikutip dari Berita Satu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu mengatakan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan teknologi. Kekayaan alam bukan jaminan sebuah negara menjadi maju dan kuat. Timur Tengah yang kaya minyak hari ini lebih terbelakang dibanding negara lain dan kawasan tersebut terus berkecamuk perang sektarian.

Megawati pada kesempatan itu juga menyinggung pentingnya menjaga biodiversitas melalui berbagai cara untuk mendata apa saja yang perlu dilakukan dan diteliti sebagai nilai keunikan jika dibandingkan negara-negara lainnya. Besaran anggaran 5 persen dari APBN tentu sanagat membantu untuk mewujudkan visi tersebut.

"Saya sudah instruksikan kader untuk membantu mendata kekayaan potensi budaya dan intelektual ke daerah-daerah masing-masing sebagai bagian dari milik resmi Indonesia," kata Megawati.

Comments